Dari Pelajar Jaksel untuk Pelajar NTT

Categories: ,

Sekolah mereka masih berdiri. Tapi mereka tak lagi berani belajar di dalamnya. Gempa dan gempa susulan membuat gedung MI Al Bina Rawuk, Ngada, NTT rawan untuk digunakan. Bangunan yang seharusnya menjadi tempat anak-anak belajar dan merasa aman, kini harus mereka tinggalkan.

Description

Sekolah mereka masih berdiri. Tapi mereka tak lagi berani belajar di dalamnya.

Gempa dan gempa susulan membuat gedung MI Al Bina Rawuk, Ngada, NTT rawan untuk digunakan.

Bangunan yang seharusnya menjadi tempat anak-anak belajar dan merasa aman, kini harus mereka tinggalkan.

Tapi belajar tidak berhenti.

Anak-anak tetap datang.
Tetap membuka buku.
Tetap mendengarkan guru.
Hanya saja, sekarang mereka belajar di luar gedung, tanpa ruang kelas dan tanpa naungan yang memadai. 🌦️

Di tengah kondisi seperti ini, mereka tidak sedang meminta sesuatu yang mewah.

Mereka hanya membutuhkan tempat yang aman untuk kembali belajar. 🤍

StudentCare bersama Inovazi mengajak Sahabat semua untuk bergotong royong membantu menghadirkan kelas darurat bagi siswa MI Al Bina Rawuk, Ngada, NTT.

Donasi akan digunakan untuk:

🏕️ Kelas darurat
Tenda belajar, meja, kursi, dan papan tulis.

📚 Kebutuhan belajar
Alat tulis dan perlengkapan sekolah.

🍚 Dukungan kebutuhan dasar
Sembako bagi siswa dan keluarga terdampak.

Mungkin bagi kita sebuah tenda, kursi, atau buku terlihat sederhana.

Tetapi bagi mereka, itu berarti:

“Besok aku masih bisa sekolah.”

Mari bantu anak-anak Ngada tetap belajar, tetap bertumbuh, dan tetap menjaga cita-citanya meski gempa telah mengubah ruang belajar mereka.